Alarm Keras dari Laut: Negara dan Industri Tidak Boleh Lagi Cuci Tangan atas Kesehatan Mental Awak Kapal

Dalam bulan Januari saja, setidaknya telah terjadi tiga peristiwa bunuh diri yang melibatkan awak kapal Indonesia. Tiga nyawa hilang hanya dalam hitungan minggu. Fakta ini seharusnya cukup untuk mengguncang kesadaran negara dan industri pelayaran nasional. Namun yang terjadi justru sebaliknya: keheningan, normalisasi tragedi, dan sikap saling lempar tanggung jawab.

Ironisnya, peristiwa ini muncul tepat setelah Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyatakan berlakunya pembaruan Basic Safety Training (BST) melalui MSC.560 yang menegaskan pentingnya kesehatan mental pelaut sebagai bagian dari keselamatan. Jika bunuh diri tetap terjadi beruntun, maka yang patut dipertanyakan bukan komitmen pelaut, melainkan kegagalan sistem yang dibangun oleh negara dan industri.

Selama ini, negara terlalu nyaman bersembunyi di balik regulasi. Setiap tragedi selalu dijawab dengan kalimat normatif: aturan sudah ada, sertifikat sudah diwajibkan, pelatihan sudah dilakukan. Padahal, bunuh diri bukanlah pelanggaran administratif—ia adalah tanda runtuhnya perlindungan paling dasar terhadap manusia yang bekerja di laut.

Industri pelayaran pun tidak bisa terus berlindung di balik kepatuhan formal. Jam kerja yang panjang, tekanan target operasional, sistem kerja hierarkis yang kaku, minimnya waktu istirahat, isolasi sosial berkepanjangan, serta relasi kerja yang sering kali meniadakan ruang mengadu—semua ini adalah produk langsung dari praktik industri. Ketika kondisi kerja seperti ini dibiarkan, maka bunuh diri bukanlah kejadian individual, melainkan risiko sistemik.

Sayangnya, pendekatan negara terhadap kesehatan mental awak kapal masih bersifat kosmetik. Modul BST diperlakukan sebagai dokumen teknis, disampaikan secara seremonial, diuji lewat soal pilihan ganda, lalu dianggap selesai. Tidak ada evaluasi serius apakah materi tersebut benar-benar menyentuh realitas psikologis awak kapal Indonesia yang bekerja dalam tekanan tinggi dan jauh dari keluarga selama berbulan-bulan.

Sebagai pengurus serikat pekerja pelaut, saya berpandangan bahwa negara dan industri gagal membaca konteks sosial dan kultural awak kapal Indonesia. Bagi banyak pelaut kita, daya tahan mental tidak hanya dibangun melalui terminologi psikologi modern, tetapi juga melalui pendekatan spiritual dan nilai keagamaan. Mengabaikan dimensi ini sama artinya dengan menutup mata terhadap sumber kekuatan batin yang selama ini menopang mereka.

Pelatihan BST sudah saatnya secara serius memasukkan materi siraman rohani dan pemahaman agama yang dikaitkan langsung dengan stress management. Pesan sederhananya jelas: ketika tekanan hidup di kapal terasa tak tertahankan, ada Tuhan tempat mengadu; ada makna hidup yang tidak boleh dikalahkan oleh keputusasaan sesaat. Ini bukan soal dogma, melainkan soal keselamatan jiwa.

Lebih dari itu, negara tidak boleh menyerahkan seluruh beban kesehatan mental kepada individu awak kapal. Fasilitas pendampingan rohani dan psikososial harus disediakan secara aktif dan terstruktur. Praktik yang dilakukan oleh organisasi seperti Stella Maris—yang secara rutin mengunjungi kapal dan pelabuhan untuk memberikan pendampingan rohani bagi awak kapal umat Nasrani—membuktikan bahwa pendekatan ini bukan utopia. Sayangnya, praktik baik ini dibiarkan berjalan sendiri tanpa dukungan sistemik dari negara maupun industri.

Negara semestinya hadir: memfasilitasi layanan pendampingan lintas agama, memastikan akses konseling di pelabuhan, dan mewajibkan perusahaan pelayaran membuka ruang pengaduan yang aman bagi awak kapal. Industri pun harus berhenti melihat kesejahteraan mental sebagai biaya tambahan, dan mulai mengakuinya sebagai bagian dari tanggung jawab hukum dan moral.

Jika negara dan industri terus menganggap bunuh diri awak kapal sebagai urusan personal, maka tragedi serupa hanya tinggal menunggu waktu. Tiga kasus dalam satu bulan adalah sinyal kegagalan kolektif. Dan dalam kegagalan ini, negara dan industri tidak lagi punya alasan untuk sekadar prihatin—mereka wajib bertanggung jawab.

38 thoughts on “Alarm Keras dari Laut: Negara dan Industri Tidak Boleh Lagi Cuci Tangan atas Kesehatan Mental Awak Kapal

  1. Salah satu yg mmbuat tekanan mental juga banyak nya preman yang naik ke kapal terutama tug boat.ini tidak ada perlindungan dari aparat keamanan terdekat di wilayah perairan tersebut.ini sering kali saya alami sendiri hingga kita di buat tak punya harga diri dan di tekan untuk memberikan sesuatu yg dia ingin kan. Selain itu cuaca dan iklim yg buruk yg mmbuat kapal lambat dan tidak mencapai target waktu yg di tentukan oleh perusahaan shg awak kapal mengalami tekanan mental bila terlambat.ada yg premi tidak cair ada yg kena denda oleh perusahaan.cobalah pemerintah menengahi hal ini dan perusahaan juga mengerti kondisi cuaca dan rintangan di laut yg di hadapi oleh kru kapal.

  2. Организация https://pitercomfort.ru/ работает в сфере продажи техники для очистки воды, водоснабжающих и отопительных систем в Петербурге. В номенклатуре присутствуют системы фильтрации BWT, насосы различного назначения, комплектация для бассейнов, химия для технических систем и каркасные купели из древесины. Заказчикам доступны передовые технологии австрийской корпорации BWT для жилых домов, загородных резиденций и производственных площадок, в том числе мембранные системы, ультрафиолетовую дезинфекцию и реагентную обработку воды.

  3. Lagi rame bahas pola gacor hari ini, beberapa orang bahkan bisa WD berkali-kali. Kalau butuh referensi slot yang lagi enak buat dipantau, bisa cek juga:

  4. Транспортная компания “Открытый Краснодар” уже более пяти лет обеспечивает надежные пассажирские перевозки по всему региону и за его пределами. Профессиональные водители, современный автопарк и круглосуточная диспетчерская служба гарантируют комфорт и безопасность каждой поездки. Организация корпоративных мероприятий, свадебных кортежей, экскурсионных программ или вахтовых перевозок — на https://krasnodar-transport.ru/ вы найдете оптимальное решение для любых задач. Компания предлагает прозрачное ценообразование без скрытых доплат, своевременную подачу транспорта и безупречное техническое состояние всех автобусов и микроавтобусов.

  5. Сеть фитнес клубов в Туле Хулиган https://hooligan1.ru/ это не просто тренажерка и фитнес, а сообщество тех, в ком живёт здоровый дух спорта и тяга к саморазвитию. Современный тренажерный спортзал с профессиональным спортивным оборудованием, бойцовской и кардио зоной. Сильная команда тренеров, нацеленных на результат. Подробнее на сайте.

  6. Информационный портал https://gdlog.ru/ объединяет 290 компаний, специализирующихся на железнодорожной логистике по всей России. Платформа предоставляет доступ к базе перевозчиков, операторов подъездных путей и экспедиторов, предлагающих полный спектр услуг: погрузочно-разгрузочные работы, предоставление вагонов в аренду, контейнерные перевозки и складское хранение. Интуитивный фильтр по территориям, узловым станциям и типам работ даёт возможность моментально выбрать партнёра для выполнения логистических задач любого уровня.

Tinggalkan Balasan ke reklamnii kreativ_cfKr Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *